Pages

Labels

Selasa, 09 September 2014

Apa itu Chuseok ? dan bagaimana tradisinya ?

Berhubung, sekarang adalah momen menjelang hari raya Chuseok kali ini aku akan mereview apa itu Chuseok.

 

Chuseok atau ditulis sebagai Chusok (Hari bulan purnama) adalah hari libur resmi di Korea yang dirayakan secara besar-besaran pada bulan ke-8, hari ke-15 kalender lunar. Perayaan ini berupa pesta makan untuk mengucapkan terima kasih atas keberhasilan panen, sehingga juga disebut juga sebagai Hari Panen, Festival Bulan Musim Panen, atau Hangawi ("han" = "raya", "gawi" = "tengah", "hari besar di tengah-tengah musim gugur".

Hangawi sudah dikenal sejak periode awal Kerajaan Silla (57 SM - 935) dalam bentuk perlombaan menenun antara dua tim. Pada hari Hangawi, tim dengan hasil tenunan yang paling panjang dinyatakan sebagai pemenang, sedangkan tim yang kalah harus mentraktir tim yang menang dengan berbagai macam makanan yang enak-enak.




Budaya Chuseok

Di zaman sekarang, perayaan Chuseok merupakan kesempatan orang Korea untuk pulang ke kampung halaman untuk mengunjungi altar leluhur. Di pagi hari, orang Korea melakukan penghormatan terhadap arwah leluhur dalam bentuk ziarah ke makam untuk merapikan tanaman dan tanah sekitar makam. Arwah leluhur juga disuguhi makanan, buah-buahan dan minuman. Hasil panen tahun itu juga ikut dipersembahkan kepada arwah leluhur.

Perayaan Chuseok juga merupakan kesempatan untuk berterima kasih kepada arwah leluhur. Makanan istimewa liburan Chuseok adalah kue Songpyeon (송편) dari tepung beras diisi kacang atau wijen. Malam sebelum Chuseok, semua anggota keluarga akan duduk bersama membuat songpyeon sambil melihat bulan.

Khususnya, bujangan dan perawan mencoba membuat songpyeon yang sebagus mungkin karena percaya dengan begitu mereka akan mendapatkan pasangan yang cantik atau tampan. Pada hari Chuseok, orang-orang akan saling berbagai makanan dan minuman keras, dan bermain permainan tradisional. Di samping songpyeon, berbagai hasil kebun dan pertanian yang baru dipanen memenuhi meja makan, antara lain wijen, kedelai, kacang merah, chestnut, dan kurma cina. Permainan dan kesenian tradisional diadakan beramai-ramai dan meriah, seperti sonori (permainan sapi), geobuknori (permainan kura-kura), ganggangsullae (tarian melingkar) dan ssireum (bergulat).

Selain beberapa budaya diatas, ada beberapa tradisi lagi yang selalu dijalankan pada hari perayaan liburan Chuseok.

Charye




Charye (차례) adalah upacara penghormatan untuk nenek moyang yang dilakukan seluruh anggota keluarga. Upacara ini sebenarnya dilakukan 2 kali setahun saat Seollal dan Chuseok, yang membedakan adalah makanan yang ada dimeja. Waktu Chuseok makanan yang wajib ada di meja adalah makanan yang terbuat dari padi yang baru dipanen. Setelah menjalankan upacara ini anggota keluarga akan duduk bersama untuk menikmati makanan lambang berkat mereka.

Beolcho (벌초)

 
Ini adalah kegiatan mengunjungi makam leluhur dan memotong rumput liar yang tumbuh disekitar makam untuk menunjukkan rasa hormat mereka kepada leluhur.


Ssireum (씨름, Gulat Korea)



Kompetisi ini merupakan bagian dari perayaan Chuseok bagi rakyat Korea. Pemenang kompetisi ini akan diberi hadiah yang berupa hasil panen termasuk beras, kapas atau anak sapi.



Ganggangsuwollae (강-강-수월래)

Ganggangsuwollae merupakan tarian yang dilakukan sekelompok wanita yang memakai hanbok sambil bergandengan tangan membentuk suatu lingkaran sambil bernyanyi bersama-sama dibawah cahaya bulan purnama.

Chuseokbim



Chuseokbim adalah momen dimana semua anggota keluarga membeli dan memakai Hanbok (baju tradisional Korea) waktu merayakan Chuseok.


Torantang (토란탕)
 

Torantang berarti telur dari bumi. Makanan ini berupa sup yang terbuat dari talas dan daging yang baik untuk kesehatan.


Hwayangjeok (화양적)


Hwayangjeok berbentuk seperti sate yang terbuat dari daging sapi dan beberapa bahan dengan lima warna berbeda seperti wortel, jamur pyogo, doraji (sejenis akar bunga yang mirip ginseng), mentimun dan telur

Dakjjim (닭찜)



Dakjjim adalah ayam kukus yang dimasak dengan saus jahe, kacang kedelai dan cabai merah yang ditambahkan beberapa sayuran seperti wortel dan kentang.

Shindoju (신도주) (Minuman beralkohol)

Saat Chuseok orang Korea biasa menikmati hidangan sambil meminum minuman alkohol tradisional yang terbuat dari beras yaitu Shidoju. Minuman ini seperti Makgeoli tapi difermentasi lebih lama.


 Sumber : Wikipedia, korean.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Free Hello Kitty ani Cursors at www.totallyfreecursors.com

Total Tayangan Laman